sejarah terbentuknya warkop DKI :
|
Warkop DKI
|
awal mulanya terbentuk warkop DKI ini
adalah dari sebuah grup kecil yang mengisi segmen komedi Obrolan Santai di
Warung Kopi di radio Prambors. Pendirinya adalah Temmy Lesanpura, Kepala bagian
programing di radio Prambros ini lah yang membentuk grup bernama warkop
Prambros. Acara tersebut dimaikan oleh trio Wahjoe Sardono (Dono),Kasino
Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro) dan juga diramaikan
oleh mahasiwa UI (Universitas Indonesia) yaitu Nanu Mulyono dan Rudy Badil.
Semua anggota warkop adalah mahasiswa UI kecuali si Indro yang saat itu masih
menduduki bangku SMA dan akhirnya menjadi mahasiswa Universitas Pancasila.
Indro merupakan anggota termuda pada waktu itu.
Popularitas mereka meningkat ketika mulai melawakan
dipanggung. Panggung besar mereka yang pertama adalah pada pesta perpisahan
(prom nite) SMA IX yang mengambil tempat di Hotel Indonesia. Performa mereka
saat itu tidak bisa dibilang bagus, karena rata-rata para personil Wakop
Pramborsnervous dalam menaklukkan panggung di Hotel Indonesia. Namun setelah
itu, mereka mulai bermain di beberapa panggung dan akhirnya mampu melakukan
penampilan sempurna setelah beberapa kali tampil.
Warkop Prambors mengganti namanya menjadi Warkop
DKI saat mereka mulai melebarkan sayap dengan memproduksi film pada dekade
1980 dan 1990an. Film mereka menjadi favorit dan diputar minimal dua kali
tiap tahun yaitu pada momen penyambutan Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri.
Film-film Warkop DKI banyak dibintangi aktris besar seperti Elvy Sukaesih,
Carmelia Malik, Marissa Haque atau Sarah Azhari. Dari tahun 1979 hingga 1994, Warkop
DKI telah memproduksi film lebih dari 30 judul yang rata-rata sukses di
pasaran. Namun sayangnya film mereka tidak dapat tayang secara internasional
karena masalah hak cipta, karena banyak digunakannya musik karya komposer
internasional asal Amerika Serikat Henry Mancini tanpa mencantumkan namanya
dalam credit film.
Selain film, Warkop DKI juga memproduksi serial TV
sendiri. Bahkan ketika Kasino meninggal dunia pada 1997, produksi serial TV ini
tetap dilanjutkan. Dono akhirnya meninggal pada tahun 2001, sehingga Indro
menjadi personil tunggal Warkop DKI.
Pada 2010, Indro Warkop dan Rudi Badil merilis
sebuah buku berjudul Main-Main Jadi Bukan Main yang menceritakan kisah
perjalanan Warkop DKI atau Warkop Prambors yang dimulai pada tahun
1976.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar