Senin, 11 November 2013

sejarah warkop DKI

sejarah terbentuknya warkop DKI :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpCow9C1whZU6bqfhD_VZvXhYCFQasFWpvWiWzVh1qIEAQoDSL0Fnfd_c06jAsyuoQ8eI1u-zcVBZN87nrAZpTTQ3-8bXgVNd8GLouApyH0oxxnt5LGBdMvtjKvV4a7qk3KPgBbmNHBgA/s320/post+septian.jpg
Warkop DKI
awal mulanya terbentuk warkop DKI ini adalah dari sebuah grup kecil yang mengisi segmen komedi Obrolan Santai di Warung Kopi di radio Prambors. Pendirinya adalah Temmy Lesanpura, Kepala bagian programing di radio Prambros ini lah yang membentuk grup bernama warkop Prambros. Acara tersebut dimaikan oleh trio Wahjoe Sardono (Dono),Kasino Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro) dan juga diramaikan oleh mahasiwa UI (Universitas Indonesia) yaitu Nanu Mulyono dan Rudy Badil. Semua anggota warkop adalah mahasiswa UI kecuali si Indro yang saat itu masih menduduki bangku SMA dan akhirnya menjadi mahasiswa Universitas Pancasila. Indro merupakan anggota termuda pada waktu itu.

Popularitas mereka meningkat ketika mulai melawakan dipanggung. Panggung besar mereka yang pertama adalah pada pesta perpisahan (prom nite) SMA IX yang mengambil tempat di Hotel Indonesia. Performa mereka saat itu tidak bisa dibilang bagus, karena rata-rata para personil Wakop Pramborsnervous dalam menaklukkan panggung di Hotel Indonesia. Namun setelah itu, mereka mulai bermain di beberapa panggung dan akhirnya mampu melakukan penampilan sempurna setelah beberapa kali tampil.

Warkop Prambors mengganti namanya menjadi Warkop DKI saat mereka mulai melebarkan sayap dengan memproduksi film pada dekade 1980 dan  1990an. Film mereka menjadi favorit dan diputar minimal dua kali tiap tahun yaitu pada momen penyambutan Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri. Film-film Warkop DKI banyak dibintangi aktris besar seperti Elvy Sukaesih, Carmelia Malik, Marissa Haque atau Sarah Azhari. Dari tahun 1979 hingga 1994, Warkop DKI telah memproduksi film lebih dari 30 judul yang rata-rata sukses di pasaran. Namun sayangnya film mereka tidak dapat tayang secara internasional karena masalah hak cipta, karena banyak digunakannya musik karya komposer internasional asal Amerika Serikat Henry Mancini tanpa mencantumkan namanya dalam credit film.
Selain film, Warkop DKI juga memproduksi serial TV sendiri. Bahkan ketika Kasino meninggal dunia pada 1997, produksi serial TV ini tetap dilanjutkan. Dono akhirnya meninggal pada tahun 2001, sehingga Indro menjadi personil tunggal Warkop DKI.


Pada 2010, Indro Warkop dan Rudi Badil merilis sebuah buku berjudul Main-Main Jadi Bukan Main yang menceritakan kisah perjalanan Warkop DKI atau Warkop Prambors yang dimulai pada tahun 1976. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar