BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Manusia hidup di dunia
tidak bisa terlepas dari berbagai hal yang selalu melekat dengan dirinya. Hal
yang selalu melekat itu meliputi berbagai aspek, baik itu konkret, abstrak.
Aspek yang konkret adalah yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia.
Manusia bisa melihat, mendengar meraba, mengecap dan mencium bau. Kelima aspek
itu bisa dirasakan manusia selama panca indra manusia masih normal. Sedangkan
aspek yang abstrak adalah sesuatu yang dirasakan manusia melalui perasaan.
Manusia bisa merasakan bahagia, sedih, cinta, sayang, benci, marah, gelisah dan
sebagainya.
Manusia cenderung untuk selalu
mendapatkan sebuah kepuasan.sehingga manusia selalu inginmerasakan bahagia, cinta, kasih
sayang, dan melihat hal-hal yang bersifat indah. Akibatnya manusia selalu
berusaha untuk mewujudkan keinginan itu baik secara individu maupun kelompok.
Mereka tidak akan puas sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Berdasarkan permasalahan diatas penulis akan membahas hal-hal yang
berkaitan dengan manusia dan cinta kasih. Sehingga diharapkan nantinya kita
mengetahui dan mengerti akan semua kebutuhan dan pentingnya manusia dan cinta
kasih.
RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian manusia
dan cinta kasih ?
2. Apa saja yang berhubungan
dengan manusia dan cinta kasih ?
TUJUAN
1. Mengetahui pengertian manusia
dan cinta kasih ?
2. Mengetahui apa saja yang
berhubungan dengan manusia dan cinta kasih ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANUSIA
a. Menurut ilmu kimia adalah
kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang
dimiliki oleh manusia.
b. Menurut ilmu fisika adalah
merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan
kumpulan dari energy.
c. Dalam biologi adalah manusia
merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia.
d. Secara alam ilmu ekonomi,
manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu
memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus.
e. Dalam sosiologi manusia
merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri.
f. Dalam politik manusia adalah
mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan.
Aspek tindakan manusia dengan
analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia. Seringkali misalnya
orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat
diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan
super-egonya. Atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya
orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dpat
diterangkan dengan mengacu pada unsur nafs (kesadaran diri) yang dimilikinya.
Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku
manusia.
Hakekat Manusia :
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang
terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh,
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang
paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya,
c. Mahluk biokultural yaitu
mahluk hayati yang budayawi,
d. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn
terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan
bekerja dan berkarya.
B. CINTA KASIH
1. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah
rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat
kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang
atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. sehingga kata kasih memperkuat
rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka
(sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih memilik arti hampir sama, tetapi memiliki
perbedaan juga antar keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya
rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain dengan cinta yang
mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. Menurut Erich Fromm
menyebutkan, bahwa cinta terutama itu dalah memberi, bukan menerima. Danmemberi
merupakan ungkapan paling tinggi dari kemampuan.
Menurut Dr Sarlito W.Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur
yaitu keterkaitan, keintiman, dan kemesraan. Beliau juga mengungkapkan bahwa
tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterkaitannya
sangat kuat, tetapi keintiman dan kemesraannya kurang. Cinta seperti itu
mengadung kesetiaan yang amat kuat. Misalnya cinta kepada sahabat karib, cinta
kepada saudara sekandung yang penuh dengan keakraban.
Selain pengertian dari Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang
dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya yang berjudul
Manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolaj hati yang mendorong
seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih
sayang.
Bahwa fenomena cinta yang telah melekat dalam jiwa manusia merupakan
pendorong dan pembangkit yang paling besar didalam melestarikan kehidupan
lingkungan. Kalau bukan karena cinta, tentu manusia tidak akan pernah terdoromg
gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakannya. Cinta merupakan
faktor yang paling utama dalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal mengenal
antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa.
Setiap manusia pernah bercinta, hanya saja tidak semua manusia dapat melahirkan
rasa cinta dalm bentuk seni. Bagi penyair mencurahkan rasa cintanya adalh
biasa.Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan mnusia, sebab cinta
merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan
pemeliharan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang
akrab
Tiga unsur cinta yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono, yaitu:
1) keterikatan adalah adanya
perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi
dengan orang lain kecuali dengan dia.
2) Keintiman yaitu adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku
yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan
sekedar memanggil nama atau sebutan saying.
3) Kemesraan yaitu adanya rasa
ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu,
adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
Didalam kitab suci Al
Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia yang
memilik 3 tingkatan, yaitu:
1) Cinta tingkat tinggi
adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Bagi setiap
orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah,
Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada
duanya. Hal ini merupakan konsekwensi iman dan merupkan keharusan dalam Islam.
2) Cinta tingkat menengah adalah
cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dankerabat. Hakekat cinta
menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul
dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan atau
persahabatan . Karena hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara
mereka, semakin akrab. Adapun pengaruh yang ditimbulkan cinta menengah ini akan
nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan rasa kasih sayang yang ditanamkan
oleh Tuhan dalam haati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu
keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan dan
pendidikan terhdap anak. Karena itu ia adalah cinta rendahan
3) Cinta tingkat rendah adanya
cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat
tinggal.
Cinta ada lima macam, (H. Mustofa Ahmad 1999: 87) yaitu:
1. Cinta kepada Allah
Merupakan bentuk pemujaan yang
tertinggi. Pemujaan tersebut dilakukan manusia sebagai mahluk relijius yang
menitikberatkan kehidupannya kepada yang maha kuasa dengan kesadaran atas kekuasaan dan kemampuan
yang lebih tinggi dari kekuasaan dan kemampuanya, yaitu kekuasaan dan kemampuan
menentukan hidup matinya seluruh mahluk.
2. Cinta diri sendiri
Manusia disamping mencintai sesama manusia juga perlu mencintai diri
sendiri. Maksudnya seseorang harus mengurus diri sendiri sehingga kebutuhan
jasmani dan rohaninya terpenuhi secara wajar.
3. Cinta erotis
Cinta erotis merupakan cinta yang sifatnya eksklusif (khusus), sehingga
sering memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal ini disebabkan letak antara
cinta dan nafsu tidak berbeda jauh. Kasih sayang dalam cinta erotis merupakan
kontak seksual yang asli sedangkan kasih sayang yang ideal adalah bersumber
pada cinta.
4. Cinta keibuan
Kasih sayan yang bersumber pada cinta keibuan terdapat pada cinta seorang
ibu terhadap anaknya. Ibu mendapatkan benih janin dari sang suami, setelah
anaknya lahir maka dia akan menmelihara anaknya dengan hati-hati dan penuh
kasih sayang demi keselamtan keturunannya.
5. Cinta persaudaraan
Cinta ini diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan manusia. Cinta
persaudaraan tidak mengenal batas-batas suku, bangsa atau agama, semua manusia
adalah sama, yaitu sebagai mahluk ciptaan Allah. Atas cinta yang demikian
seseorang tidak mempunyai rasa pamrih untuk berbuat baik kepada sesama.
Cinta Kepada Sesama Manusia
Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang
mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih,
yaitu:
1. Knowledge (pengenalan)
2. Responsibilty (tanggung jawab)
3. Care (perhatian)
4. Respect (saling menghormati)
Cinta antar pribadi manusia menunjuk kepada cinta antara manusia mempunyai
beberapa undur yang sering ada dalam cinta antar pribadi tersebut yaitu
Afeksi: menghargai orang lain
Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
Keintiman emosional: berbagia emosi dan rasa
Kinship: ikatan keluarga
Passion: nafsu seksual
Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi
Service: keinginan untuk membantu
2. BENTUK CINTA
Cinta sebenarnya tidak memiliki bentuk, melainkan cinta adalah ungkapan
dari hati seseorang kepada seseorang yang ia sayangi maupun kasihi. Tetapi
banyak orang yang mengartikan bahwa cinta mempunyai lambang atau bentuk.
Bentuknya adalah love atau bentuk hati. Tetapi mereka sendiri tidak tahu kenapa
lambang cinta digambarkan bentuk love.
3. CINTA DARI PERSEFEKTIF AGAMA
Cinta menurut ajaran agama
Ada berbagai pandangan
tentang cinta kasih itu sendiri, misalnya pada pandangan agama. Ada beberapa
pandangan cinta kasih menurut berbagai jenis agama, yaitu sebagai berikut :
Agama Kristen
Dalam agama Kristen, ada berbagai macam jenis cinta kasih itu sendiri,
yaitu: True Love, False Love, dan Captive Love.
• True love adalah cinta
yang memberi dampak positif dalam kehidupan seseorang; dia merasa berharga, dia
lebih semangat dalam berkarier; mendorong untuk memiliki masa depan yang
berkemenangan. True love selalu berakhir dengan kebahagiaan.
• False love adalah cinta
yang menberikan dampak negatif dalam
kehidupan seseorang; dia tidak maju, berkembang dalam dosa (seperti menjadi
penipu, pembohong, berzinah karena cinta, malas belajar). False love selalu
berakhir dengan kehancuran.
• Captive love adalah cinta
yang membelenggu seseorang, sehingga tidak ada hal lain yang dipikirkan dan
dikerjakan kecuali cinta. Cinta ini biasanya berakhir dengan kekecewaan.
Dan berikut adalah referensi ayat-ayat dalam alkitab mengenai cinta kasih
itu sendiri :
1. Kasih sejati hanya ada
dalam Yesus Kristus, Yohanes 3:16, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang
yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.
2. Jangan bangkitkan cinta
sebelum waktunya, Kidung Agung 8:6-7, “Taruhlahaku seperti materai pada hatimu,
seperti materai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kagairahanmu
gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api Tuhan! Air yang
banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.
Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti
akan hina”.
3. Seseorang yang jatuh cinta
harus hati-hati, 2 Samuel 13-1-6, “Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom
bin Daud mempunyai adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon sangat
tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar; saudaranya itu, sebab anak
perempuan itumasih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan
sesuatu terhadap dia. Amnon mempunyai seseorang sahabat bernama Yonadap , anak
Simea kakak Daud. Yonadap itu seseorang yang sangat cerdik. Katanya kepada
Amnon: “hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah
lebih baik engkau memberitahunya kepadaku?” kata Amnon kepadanya: “aku cinta
kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu”. Lalu berkatalah Yonadab
kepadanya: “berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila
ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya:
izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan
makanan didepan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakan
dari tangannya”. Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit.
Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: “izinkanlah
adikku Tamar datang barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari
tangannya.
4. Cinta harus tegas, Yohanes
2:17, “maka teringatlah murid-muridNya, bahwa ada tertulis: ‘cinta untuk
rumahMu menghanguskan aku"
Agama Islam
Muqaddimah, Inilah Cinta Yang sebenar-benarnya, Cinta yang didasarkan atas
keimanan dan ketaqwaan manusia, Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta,
Cinta tanda syukur dan tiada kuasa selain kuasaNya, Cintakan Allah adalah cinta
yang tidak pernah luntur dan abadi. Cinta selainnya adalah Cinta yang luntur
dan berakhir. Janganlah mencintai akan sesuatu terlalu berlebih lebihan
sehingga mengurangi cintamu kepada Allah. Mencintailah kamu kepadanya dengan
makna Kecintaanmu kepada Allah Yang Maha Pencipta dapat diartikan memandang
segala sesuatu karena Allah SWT semata sehingga apabila kamu mencintai
seseorang, cintailah dia dengan sebenar-benarnya karena Allah.
Berbicara mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan kita
cinta monyet yang menghiasai dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak
keterlaluan untuk dinyatakan, itulah pespektif masyarakat terhadap cinta.
Sedangkan cinta sebeginilah yang sering mendorong pelakunya ke arah melakukan
maksiat kepada Allah SWT. Sekotor itukah cinta? Apakah cinta sebenarnya? Cinta
sebenarnya adalah fitrah manusia sebagai makhluk allah yang diciptakan untuk
bersujud, bersyukur dan mengagungkan asma Allah, bahwa tiada tuhan yang patut
disembah melainkan Allah SWT, atas karunia dan hidayahNya pulalah kita bisa
hidup seperti sekarang ini, bagaimana udara yang kita hirup untuk bernapas
secara otomatis keluar dan masuk, bagaimana mata kita bisa melihat keindahan
dan alam dunia, pemberianNya tidak bias dikukur dengan ukuran manusia, yang
kesemuanya itu adalah bukti tanda tanda kekuasanNya sehingga sepatutnyalah
manusia bersyukur dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala
laranganNya, mengungkapan rasa cinta dengan memandang segala sesuatu karena
Allah SWT sehingga manusia tidak berlaku sombong dan jumawa atas harta,
pangkat, kedudukannya dan tidak lupa atas ni’matNya.
Kesenian cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa
syahwat merupakan logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta
seringkali diperalatkan untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan iblis
laknatullah. Demi kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani fenomena
cinta dengan nilai fikrah yang suci dan iman yang komited kepada Allah.
Permasalahan cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari
ini. Pertentangan antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam
menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah umat
Islam ke medan perpecahan yang memusnahkan etika spritual-membunuh solidaritas
dan menodai moral etika. Individu mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran
cinta di dalam jiwa. Cinta yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata
hanyalah cinta palsu yang penuh jijik dan dihina.
Dalam Agama Islam, kita mempelajari bagaimana cara mencintai Allah yang
Maha Esa, Maha Agung dan Maha Bijaksana.
Cinta memang satu perkara yang tidak pernah dapat dipisahkan dari kehidupan
setiap manusia. Karena rasa cinta telah dengan sendirinya tumbuh dan terus
berkembang di dalam nurani setiap insan. Namun, banyaknya para pengkhianat dan
pendusta cinta yang melahirkan berbagai cerita duka, hina dan nista, telah
menimbulkan tanda tanya tentang cinta itu sendiri. “Bagaimanakah sesungguhnya
cinta dalam pandangan Islam? Apakah Islam membolehkan cinta?”
Islam dengan wataknya yang melekat dengan fitrah, jalan ruhani, dan aturan
sakral memberikan pengakuan yang tegas terhadap eksistensi cinta yang esensinya
berakar dalam diri manusia. Bahkan, Islam memberikannya warna indah, dan secara
rinci membaginya ke dalam tiga tingkatan, yaitu cinta kelas tinggi, cinta kelas
mennegah, dan cinta kelas rendah. Pembagian cinta seperti ini dapat dilihat
melalui jendela sejarah. Dapat dipantau pada setiap celah waktu, baik dulu
maupun sekarang, sampai Allah swt mewariskan bumi ini dengan segala potensi dan
kekayaannya.
Cinta dan tiga tingkatan seperti yang telah disebutkan diatas, sebenarnya
bersumber dari firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:
“Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara, istri-istri, kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu
cintai daripada Allah swt dan Rasul-Nya, dan dari jihad di jalan Allah, maka
tunggulah sampai Allah swt mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah swt tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah (9): 24)
Singkatnya, Islam telah memberikan pengakuan secara tegas terhadap
eksistensi cinta. Islam mengakui bahwa cinta adalah fitrah yang berakar dalam
diri manusia. Cinta adalah kepastian, yang merupakan kebutuhan yang tidak dapat
dielakkan. Sebab, dalam esensinya tersimpan hikmah yang tidak terhitung
jumlahnya, hikmah yang tentu saja direncanakan dan diinginkan oleh Allah swt,
sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:
“… (tetaplah atas) fitrah Allah swt yang telah menciptakan manusia menurut
fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah swt.” (QS. Ar Ruum (30): 30)
Demikian dikatakan oleh ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam bukunya yang berjudul
“Islam dan Cinta”
Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, mustahil Islam melupakan masalah
cinta yang merupakan salah satu akar perdamaian antar sesama manusia ini. Islam
yang mengemban misi sebagai rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam sangat
mengakui peranan dan keberadaan cinta di hati setiap manusia.
Islam tidak memandang cinta sebagai satu hal yang kotor atau hina. Dan
cinta itu sendiri memang tidak akan pernah bisa kotor, karena Allah swt telah
menetapkannya sebagai salah satu fitrah bagi manusia. Hanya saja, dalam
kehidupan ini banyak orang yang sudah salah kaprah, mereka telah berusaha
menodai dan mengotori cinta dengan mengobral nafsu kotor atas nama cinta. Namun
sekali lagi, cinta tidak pernah kotor dan tidak akan pernah dapat dikotori,
karena Islam telah menempatkan ditempat yang suci, yaitu di dalam nurani.
Dalam hal ini kita akan membahas
beberapa versi arti dari cinta.
Cinta diri, rasa ini berkaitan dengan rasa dorongan untuk menjaga dirinya.
Ia mencintai segala yang mendatangkan kebaikan pada dirinya dan membneci segala
sesuatu yang menghalanginya. Al Qur’an mengungkapkan cinta alamiah manusia
terhadap dirinya ini, sebuah kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang
bermanfaat dan berguna bagi dirinya sendiri, diantara adalah kecintaanya yang
sangat terhadap harta, dan dapat mewujudkan segala keinginnannya untuk mencapai
kesenangan dan kemewahan hidup, yang tertulis pada Al Qur’an surat Al ‘Adiyat
100:8) Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya jangan berlebih-lebihan dan
melewati batas, dan sepantasnya bila diimbangi dengan cinta pada orang lain dan
berbuat kebajikan.
Cinta pada sesama manusia, agar kehidupan ini seimbang, serasi dan harmonis
dengan manusia lainnya, maka manusia harus membatasi cinta terhadap dirinya
sendiri dan rasa egoisnya dengan cara menyeimbngkan cinta dan kasih sayangnya
pada orang-orang di sekitarnya, bekerja sama dan saling membantu. Al Qur’an
menyerukan pada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta
mereka pada diri mereka sendiri, yang sebenarnya mempunyai makna agar tidak
berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
Cinta seksual, rasa cinta ini berkaitan erat dengan rasa dorongan seksual.
Merupakan cinta yang menjadi faktor utama dalam kehidupan berkeluarga sehingga
dari keluarga ini terbentuk masyarakat dan negara. Cinta ini adalah merupakan
emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak dapat diingkari, di tentang dan
ditekan, sehingga dalam agama diserukan untuk pengendalian dan penguasaan cinta
ini yaitu dengan membentuk keluarga yang sah secara agama berupa sebuah
pernikahan.
Cinta kebapakan, Para ilmu jiwa modern berpendapat dorongan kebapakan
bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan karena antara ayah
dan anak tidak terjalin ikatan fisiologis seperti halnya hubungan anatar ibu
dan anak pada saat ibu mengandung. Dorongan kebapakan lebih bersifat psikis,
yang nampak dalam cinta ayah kepada anak-anaknya karena mereka sumber
kesenangan dan kegembiraan, sumber kekuatan dan kebanggaan dan menjadi faktor
yang penting dalamperan ayah dan kehidupannya. Biasanya cinta kebapakan nampak
dalam perhatiannya, asuhan, nasehat dan pengarahan yang diberikan ayah kepada
anak-anaknya untuk kebaikan dan kepentingan anak-anaknya tersebut.
Cinta pada Allah SWT, Cinta pada Allah SWT adalah puncak dari rasa cinta
manusia yang paling bening, jernih dan dalam. Tidak hanya dalam shalat, doa nya
saja, tetapi juga dalam segala tindakan dan tingkah lakunya. Semua tindakan,
sikap dan tingkah laku ditujukan kepada Allah SWT dan mengharapkan penerimaan
dan keridha-anNya seperti yang tercantuma dalam surat Ali Imran ayat 31 “katakanlah:
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS Ali
Imran 31) Cinta yang iklas manusia pada Allah SWT akan membuat kekuatan
pendorong dalam kehidupan dan menundukan semua bentuk kecintaan yang lain.
Cinta kepada Rasul, Rasul adalah utusan Allah SWT sebagai rahmat bagi
seluruh alam semesta, cinta terhadap rasul adalah cinta manusia setelah cinta
terhadap Allah SWT, hal ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia
baik dalam tingkah laku, moral dan sifat-sifat luhur lainnya.
4. KASIH SAYANG
Kasih sayang menurut W.J.S. Poerwadarwinta dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia adalah kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Ada beberapa macam bentuk kasih sayang bentuk itu sesuai dengan kondisi
penyayang dan yang disayangi.
Dalam kehidupan rumah tangga sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam
kasih sayang masing-masing pihak dituntut untuk memiliki tanggung jawab,
pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka
sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika salah satu unsur
itu hilang maka akan mengancam kebahagiaan rumah tangga.
5. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata
mesra, yang berarti erat dan karib. Kemesraan berarti hal yang menggambarkan
keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan atau keakraban berarti keadaan yang
mempererat hubungan. Kemesraan bersumber pada rasa cinta kasih dan merupakan
realisasi yang nyata.
Untuk mewujudkan kemesraan yang sempurna maka diperlukan beberapa langkah,
antara lain dengan kontak mata, berbicara, dan bersentuhan. Dengan begitu maka
manusia akan bisa mengetahui lawannya untuk bercinta dan berkasih sayang.
Selain itu juga perlu menggunakan seni mencintai. Setiap manusia pasti memiliki
cara tersendiri untuk mewujudkan kemesraan yang mereka inginkan.
Filsuf Rusia, Salovjev dalam bukunya ”MAKNA KASIH” mengatakan ”jika seorang
pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari
cinta itu sendiri. Ia mulai hidup untuk orang lain.
Ada beberapa tingkatan kemesraan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kemesraan pada tingkat
remaja
Kemesraan pada masa remaja meningkat ketika seorang anak mengalami masa
pubertas, yaitu ketika organ kelamin mengalami ketegangan. Jika seorang remaja
tidak hati-hati maka bisa menyababkan ia terjerumus kedalam jurang nafsu
semata. Hal ini karena adanya cinta erotis yang berlebihan.
2. Kemesraan dalam rumah tangga
Pada masa lampau perkawinan dilakukan melalui proses perjodohan yang biasanya bersifat memaksa. Sehingga
sangat sulit untuk mewujudkan kemesraan antar pasangan suami istri. Tapi
seiring berkembangnya zaman tradisi tersebut semakin hilang. Sekarang seorang
remaja bebas menentukan siapa yang menjadi pasangan hidupnya. Sehingga mereka
bisa mewujudakan rasa kemesraan sebagai suami istri. Tapi adakalanya hubungan
sumi istri tidak mesra dan harmonis lagi. Hal ini disebabkab oleh beberapa
faktor, yaitu: faktor fisik, psikis dan faktor sosial.
3. Kemesraan lanjut usia
Pendapat lama mengatakan jika orang sudah lanjut usia maka sudah tidak
patut lagi bermesraaan, kebanyakan mereka takut kalau ditertawakan oleh anak
cucunya. Tapi sekarang hal itu sudah tidak sesuai zaman lagi. Justru lanjut
usia harus memelihara kemesraanya. Kemesraan itu dapat diwujudkan dalam makan,
duduk, jalan-jalan,menonton televisi, atau membaca koran bersama.
6. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang
diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Pemujaan berasal dari kata puja. Menurut W.J.S. Poerwadarminta di
dalamKamus Umum Bahasa Indonesia, puja berarti penghormatan atau memuja
dewa-dewa atau berhala. Dalam perkembangannya pemujaan dapat ditujukan kepada
orang yang dicintai, pahlawan, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Pujaan atas dasar cinta kasih pada umumnya diberikan kepada orang yang
pertama kali dicintai. Jika orang suka mengobral cinta maka akan sulit membedakan
mana cinta pertama dan cinta terakhir. Selain kepada pujaan hati pujaan juga
diberikan kepada pahlawan. Terutama pahlawan yang gagah berani dan gugur untuk
nusa dan bangsanya. Sehingga ia diabadikan dalam buku sejarah atau lagu.
PEMUJAAN KEPADA TUHAN adalah wujud cinta manusia kepada Tuhan.
Pemujaan kepada Tuhan adalah inti dari segala pemujaan, karena manusia tidak
pernah terlepas dari campur tangan Tuhan. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu,
maka kita wajib untuk menyembahnya.Di dalam Al –Qur’an di jelaskan dalam
beberapa ayat mengenai hal ini, diantaranya adalah:
a. Surat Al-Furqan ayat 59-60
”Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara kedunya
dalam enam masa. Kemudian Dia bertahta di dalam singgasana-Nya. Dia Maha Pengasih,
maka bertanyalah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang belum kamu ketahui.
Sujudlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”
b. Surat Al-Mukminun ayat 98
”Dan aku berlindung kepada-Mu, Ya Tuhanku, dari kehadiran mereka didekatku”
c. Surat An-Nur ayat 41
”Apakah engkau tidak tahu bawasanya Allah itu dipuja oleh segala apa yang
ada di langit dan di bumi....”
1. Cara pemujan
Pemujaan dapat dilakukan sesuai dengan kepercayaan, situasi dan kondisi.
Umat islam dengan cara sholat, kristen berdoa di gereja sambil memegang salib,
hindu dan budha semedi dan sebagainya.
2. Tempat pemujaan
Umat islam beribadah di masjid, kristen di gereja, hindu di pura, budha di
wihara atau candi, konghuchu di loteng dan orang-orang tradisional mengadakan
ritual di tempat-tempat yang dianggap kramat.
3. Berbagai seni sebagai
manifestasi pemujaan
Seperti yang telah dikemukakan cinta menimbulkan daya kreatifitas. Manusia
mewujudkan seninya dengan membuat arca, patung, dan seni tari yang tujuannya
adalah untuk memuja Tuhan. Misalnya beberapa tarian di Bali yang di lakukan
untuk ritual keagamaan dan untuk kalangan tertutup.
7. BELAS KASIH
Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul
akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini
biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
Misalnya kita melihat seseorang yang sedang mengendarai sepeda dan terjatuh
tentunya kita sebagai orang yang memiliki rasa belas kasihan akan membantu
orang yang terjatuh tersebut dengan membantunya berdiri dan apakah keadaanya
baik baik saja.
Dari persefektif berbagai agama :
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta:
1) Cinta Agape ialah cinta
manusia kepada Tuhan.
2) Cinta Philia ialah cinta
kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara.
3) Dan ketiga cinta erros atau
amor ini ialah cinta antara pria dan wanita.
Beda antara cinta amor dan eros ini
adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-laki dan perempuan,
sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis
normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta
terhdap sesama merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame
ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,
cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesama ini diberi istilah belas kasihan,
karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena
penderitaannya.
BAB III
KESIMPULAN
Cinta kasih adalah suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang baik itu anak
kecil maupun orang dewasa.Di dalam menjalani hidup manusia memerlukan cinta,
kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan. Semua itu dapat diwujudkan antara sesama
manusia, binatang tumbuhan dan dengan makhluk lainya, sedangkan wujudnya yang
paling penting adalah hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta memang sesuatu yang indah dan mulia, hanya ukuran dan nilai cinta
berbeda beda. Cinta, khususnya antara dua pasang kekasih, terutama bila terjadi
diantara dua remaja, kaum muda, maka seolah seolah dunia ini hanya mereka
berdualah yang ada dan yang memilikinya.
Berdasarkan definisi-definisi tentang manusia diatas dapat ditarik sebuah
kesimpulan mengenai definisi manusia,manusia adalah makhluk hidup yang
diciptakan oleh tuhan(Allah SWT) yang melalui proses dengan dilengkapi oleh
akal pikiran yg membedakanya dengan makhluk lain yang ditugaskan sebagai kalifa
dibumi.
Cinta merupakan dorongan luhur bagi seseorang untuk menuju kematangan,untuk
menjadi sesuatu dalam dirinya sendiri maupun orang lain.
. Cinta sebagai keperluan fundemantal memang tidak mudah diterangkan atau
didefenisikan.
Hubungan cinta kasih yang timbul antara dua jenis manusia yang berbeda
kelamin dapat dibedakan dalam empat macam pertumbuhan cinta, yaitu :
a. Cinta kasih karena kebiasaan
b. Cinta kasih karena penglihatan
c. Cinta kasih karena kepercayaan
d. Cinta kasih karena angan-angan
Manfaat adanya perasaan cinta kasih antar sesama :
1.Menumbuhkan rasa saling menyayangi terhadap sesame
2.Mewujudkan kedamaiian dan
ketentraman lingkungan
3.Memberikan rasa bahagia dan nyaman
dalam keluarga
4.Dapat menguatkan talisilaturahmi
4. Memberikan efek sehat
terhadap tubuh
DAFTAR PUSTAKA
Ath-Thahir, F. Muhammad. 2005. Biarkan Cinta Bersemi. Jakarta: Maghirah
Pustaka
Widagdho, Djoko, dkk. 2008. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
H. Mustofa, Ahmad. 1999. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: Pustaka Setia
http//www.Harun Yahya-Keindahan dalam Kehidupan
http//www.sukandia.com
M. Mustopo, Habib. 1983. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional
Muhammad, A. Kadir. 2005. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung: PT. Citra
Aditya Bakti
http://iiam.blogdetik.com/2011/03/01/manusia-dan-cinta-kasih/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar