Tulisan Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme
Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan
baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun
antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan
dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan
menerima. Dalam kehidupan ini manusia disebut makhluk social diman saling
membutuhkan untuk tercapainya kelancaran dan keselarasan dalam hidup.
Jika kita memaknai hidup bermasyarakat dengan baik
maka tidak akan terjadi gesekan-gesekan social, konfilk yang menjurus SARA.
Awal mulanya gesekan ini adalah tidak ada yang bisa memaknai hidup
bermasyarakat yang baik, padahal dengan pemahaman ini bisa menolak gesekan
tersebut. Mulai sejak dini atau usia muda (sekolah) harus diberikan
pemahaman-pemahaman tentang hidup bermasyarakat, jika tidak dimulai sejak dini
nantinya akan terjadi gesekan lebih besar lagi dimasa yang akan datang. Maka
dengan pemahaman ini kita bisa menerima berbagai macam bentuk perbedaan,
biasanya perbedaan ini terjadi antara kelompok etnis, kelompok agama, dan
ideology.
Prasangka adalah pendapat (anggapan) yg kurang baik
mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. Dari
pengertian diatas bahwa prasangka itu sangatlah tidak baik dalam hidup ini,
mungkin orang memiliki perbedaan persepsi tentang prasangka tetapi justru
mengarah ke unsur fitnah. Sehingga akan timbul suatu jegolak dan desekan
dimasyarakat, setelah timbul jegolak tersebut bukan tidak mungkin akan
menimbulkan korban.
Prasangka yang tidak baik terhadap seseorang akan
menimbulkan fitnah. Dari sini lah akan menjurus kearah suatu gejolak dan
gesekan yang akan timbul dimasyarakat, ketika gejolak sudah terjadi bukan tidak
mungkin lagi akan menimbulkan korban. Korban disini berkaitan dengan masyarakat
itu sendiri terlibat dalam gejolak dan gesekan. Sering dijumpai oleh kita
prasangka akan timbul mulai dari sejarah, sosio-kultural, kepribadian, dan
keyakinan dalam beragama.
Dari prasangka ini akan menimbulkan suatu
diskriminasi terhadap individu atau kelompok tertentu. Diskriminasi disini
biasanya muncul karena SARA, sehingga kita harus bisa menghindari hal-hal yang
seperti ini. Jika tidak cepat ditangani, maka akan timbul suatu permasalah
diskriminasi yang lebih besar lagi. Diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk
menghindarinya, seperti memperbaiki kondisi social ekonomi yang akhir-akhir ini
sangat memprihatinkan, memberikan kesempatan belajar terhadap masyarakat dan
tidak membeda-bedakan dengan yang lain, sikap terbuka dari masyarakat dalam
menerima perbedaan untuk mencegah tindakan diskriminasi
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang
menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu
yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai
dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Sikap ini sangat lah tidak baik bagi
kita semua, justru nilai-nilai yang terkandung didalam suatu kebudayaan
bukanlah untuk dibedakan melainkan untuk saling menghargai kebudayaan sendiri
maupun orang lain. Jangan karena kebudayaan milik sendiri lebih baik dari yang
lain bisa seenaknya saja menjelekkan kebudayaan lain, ini kan menimbulkan
permasalahan pada diskriminasi. Seperti yang dijelaskan diatas diskriminasi
akan banyak menimbulkan korban dari adanya gejolak dan gesekan masyarakat
tentang kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar