Rabu, 10 Oktober 2012

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

Thomas Robert malthus adalah orang pertaman yang mengemukakan teori mengenai penduduk, dalam buku edisi pertamanya yang berjudul ‘essay population’ dia mengemukakan dua persoalan pokok yaitu bahwa bahan makanan adalah penting bagi kebutuhan manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan. Tidak lama malthus mengemukakan teorinya kemudian banyak bermacam-macam teori yang bermunculan untuk membandingkan teori malthus tersebut. Misalnya adalah pertambahan penduduk adalah hasil resultan dari keadaan social termasuk ekonomi, dimana orang saling berhugungan dan terkenal sebagai teori social tentang pertambahan penduduk.

DINAMIKA PENDUDUK

Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk yang disebabkan oleh pertambahan penduduk yang di pengaruhi oleh unsur kematian, kelahiran, dating, dan pergi pada penduduk itu sendiri. Maka pertambahan penduduk dapat dihitung dengan (lahit – mati) + (dating – pergi). Unsur penentu dalam pertambahan penduduk adalah fertilitas dan mortalitas. Fertilitas adalah tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Tingkat kelahiran yang dihitung pada setiap perseribu penduduk sering disebut kelahiran secara kacar atau CBR, sedangakan tingkat kelahiran yang dicari dengan menentukan umur wanita yang melahirkan disebut dengan ASFR. Mortalitas atau tingkat kematian secara kasar (CDR) adalah kematian pertahun perseribu penduduk.

Untuk memproyeksika penduduk dapat dihitung dengan rumus

Pn=(1 + r ) ⁿ X Pо
Dimana:
Pn= jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu
R= tingkat pertumbuhan penduduk
ⁿ= jumlah dari tahun yang akan diketahui
Po= jumlah penduduk yang diketajui

KOMPOSISI PENDUDUK

Komposisi penduduk dapat dibagi menurut umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dibuat apa yang disebut sebagai piramida penduduk yaitu grafik susunan penduduk menurud umur dan jenis kelamin pada saat tertentu pada bentuk pyramid. Golongan laki-laki ada disebelah kiri dan perempuan ada disebelah kanan. Garis vertikal menunjukan umur dan garis horizontalnya menunjukan jumlah.
Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan menjadi:
-         penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan
-         bentuk piramida stasioner
-         piramida penduduk tua



PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Pengertian bebudayaan menurut soelaiman soemardi adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebedaan, yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah, semua rasa, karya dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar masyarakat.
Kebudayaan dibedakan menjadi 7 unsur yaitu:
  1. unsur religi
  2. sistem kemasyarakatan
  3. sistem peralatan
  4. sistem mata pencaharian
  5. sistem bahasa
  6. sistem pengetahuan
  7. seni
kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain:

  1. wujud sebagai kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan, dan sejenisnya.
  2. kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. kebudayaan sebagai hasil karya manusia.

PRANATA SOSIAL DAN INSTITUSIONALISASI

Untuk menjaga agar hubungan antara anggota masyarakat berjalan secara harmonis maka diperlukan norma-norma untuk menjaga kestabilan tersebut, norma-norma tersebut antara lain adalah: usage(cara), folkways(kebiasaan), mores(tata kelakuan), costom(adapt istiadat). Ada juga norma yang diciptakan secara formal dalam bentuk peraturan hokum.

Dr. Koentjaranignrat membagi pranata social /lembaga social menjadi 8 macam yaitu:
  1. domestic institutions
  2. economic institutions
  3.  scienfitic institutions
  4. educational institutions
  5. aesthetic dan recreational institutions
  6. religius institutions
  7. political institutions
  8. cosmetic institutions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar