PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Thomas Robert malthus adalah orang pertaman yang
mengemukakan teori mengenai penduduk, dalam buku edisi pertamanya yang berjudul
‘essay population’ dia mengemukakan dua persoalan pokok yaitu bahwa bahan
makanan adalah penting bagi kebutuhan manusia dan nafsu manusia tidak dapat
ditahan. Tidak lama malthus mengemukakan teorinya kemudian banyak
bermacam-macam teori yang bermunculan untuk membandingkan teori malthus
tersebut. Misalnya adalah pertambahan penduduk adalah hasil resultan dari
keadaan social termasuk ekonomi, dimana orang saling berhugungan dan terkenal
sebagai teori social tentang pertambahan penduduk.
DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk yang
disebabkan oleh pertambahan penduduk yang di pengaruhi oleh unsur kematian,
kelahiran, dating, dan pergi pada penduduk itu sendiri. Maka pertambahan
penduduk dapat dihitung dengan (lahit – mati) + (dating – pergi). Unsur penentu
dalam pertambahan penduduk adalah fertilitas dan mortalitas. Fertilitas adalah
tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu
penduduk dalam satu tahun. Tingkat kelahiran yang dihitung pada setiap
perseribu penduduk sering disebut kelahiran secara kacar atau CBR, sedangakan
tingkat kelahiran yang dicari dengan menentukan umur wanita yang melahirkan
disebut dengan ASFR. Mortalitas atau tingkat kematian secara kasar (CDR) adalah
kematian pertahun perseribu penduduk.
Untuk memproyeksika penduduk dapat dihitung dengan rumus
Pn=(1 + r ) ⁿ X Pо
Dimana:
Pn= jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu
R= tingkat pertumbuhan penduduk
ⁿ= jumlah dari tahun yang akan diketahui
Po= jumlah penduduk yang
diketajui
KOMPOSISI PENDUDUK
Komposisi penduduk dapat dibagi menurut umur, tingkat pendidikan,
pekerjaan dan sebagainya. Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan
jenis kelamin dapat dibuat apa yang disebut sebagai piramida penduduk yaitu
grafik susunan penduduk menurud umur dan jenis kelamin pada saat tertentu pada
bentuk pyramid. Golongan laki-laki ada disebelah kiri dan perempuan ada
disebelah kanan. Garis vertikal menunjukan umur dan garis horizontalnya
menunjukan jumlah.
Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan
menjadi:
-
penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan
-
bentuk piramida stasioner
-
piramida penduduk tua
PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Pengertian bebudayaan menurut soelaiman soemardi adalah
semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat
menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebedaan, yang diperlukan oleh manusia
untuk menguasai alam sekitarnya, agar hasilnya dapat diabdikan untuk
kepentingan masyarakat.
Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah, semua rasa,
karya dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya,
agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar masyarakat.
Kebudayaan dibedakan menjadi 7 unsur yaitu:
- unsur
religi
- sistem
kemasyarakatan
- sistem
peralatan
- sistem
mata pencaharian
- sistem
bahasa
- sistem
pengetahuan
- seni
kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain:
- wujud
sebagai kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan, dan sejenisnya.
- kebudayaan
sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam
masyarakat.
- kebudayaan
sebagai hasil karya manusia.
PRANATA SOSIAL DAN INSTITUSIONALISASI
Untuk menjaga agar hubungan antara anggota masyarakat
berjalan secara harmonis maka diperlukan norma-norma untuk menjaga kestabilan
tersebut, norma-norma tersebut antara lain adalah: usage(cara),
folkways(kebiasaan), mores(tata kelakuan), costom(adapt istiadat). Ada juga norma yang
diciptakan secara formal dalam bentuk peraturan hokum.
Dr. Koentjaranignrat membagi pranata social /lembaga social
menjadi 8 macam yaitu:
- domestic
institutions
- economic
institutions
- scienfitic institutions
- educational
institutions
- aesthetic
dan recreational institutions
- religius
institutions
- political
institutions
- cosmetic
institutions