Senin, 01 Juli 2013

manusia dan penderitaan

Tulisan manusia dan penderitaan


Jika berbicara tentang penderitaan, memang identik dengan suatu hal tidak mengenakkan dalam diri seorang manusia karena derita merupakan sesuatu yang harus ditanggung oleh setiap individu manusia yang tidak mudah untuk menagtasinya, yang tentu dibutuhkan suatu perjuangan yang keras untuk menghadapinya. Namun kita jangan menganggap derita/penderitaan itu merupakan hal yang negative dalam arti hanya dapat membuat manusia jatuh kedalam kegelapan dalam hidup seseorang, tetapi penderitaan ini juga dapat menjadi pemacu semangat hidup seseorang untuk maju dan mengatasi masalah tersebut. Akan tetapi hal ini dapat terwujud jikalau manusia itu mempunyai kesabaran dan keuletan dalam hidupnya dalam mencapai suatu yang positif dan bangkit dari penderitaan yang di alaminya.
Penderitaan akan dialami oleh setiap individu manusia dan hal itu sudah merupakan resiko hidup. Dimana berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak seperti kasus dalam liku-liku kehidupan manusia,seperti penderitan fisik ataupun nonfisik, dimana penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia atau hal tersebut kadang kita sebut dengan “nasib buruk”. “Nasib buruk” ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya.
Perbedaan nasib buruk dan takdir tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya,karena perbuatan buruk sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.Selain ituh juga perbuatan buruk manusia terhadap linkunganya juga menyebabkan penderitaan manusia,tetapi manusia tidak menyadari hal ini mungkin karena kesadaraan ituh baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita terjadi seperti musibah banjir,tanah longsor dan pembakaran hutan atau penebangan liar di hutan. Adapun selain itu manusia mengalami penderitaan karena penyakit,siksaan/ajab tuhan. Namun dengan kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan semacam ini yang di alami oleh manusia.
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena ituh tergantungkita untuk mesikapi agar penderitaan terlihat lebih indah. Dan ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang, dimana hal yang dimaksud tsb adalah mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan.
Jadi mental merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam jalannya hidup kita. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang untuk mengatasi segala masalah yang dihadapi setiap individu manusia
.

tulisan manusia dan keindahan

Tulisan manusia dan keindahan


Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.
Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
1. keindahan dalam arti luas
2. keindahan dalam arti estetis murni
3. keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Dari pejelasan-penjelasan di atas, maka dapat dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, wama, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beaty is unity of formal relations of our sense perceptions).
Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Temyata untuk menjawab “apakah keindahan itu” banyak sekali jawabannya. Karena itu dalam estetika modem orang lebih suka berbicara tentang seni dan dan pengalaman estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang sistematik.

tulisan manusia dan kebudayaan

Tulisan Manusia dan kebudayaan

Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap dapat di pastikan manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.
manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangankan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama genrasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Setiap manusia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda itu di sebabkan mereka memiliki komunitas tersendiri di wilayahnya sehingga apabila kita amati manusia di belahan dunia manapun memiliki kebudayaannya masing-masing tak terkecuali di indonesia yang memiliki banyak keberagaman budaya. Perbedaan kebudayaan ini sangatlah wajar karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut
Pembentukan kebudayaan ini sebenarnya di sebabkan karena manusia di hadapkan pada suatu persoalan yang meminta pemecahan suatu masalah, sehingga dalam rangka usahanya itu maka manusia harus bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Nah hal-hal yang dilakukan oleh manusia inilah yang menjadi kebudayaan.
Manusia Indonesia dan Kebudayaan
Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi. Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.
Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.
Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.
Kedudukan Manusia Terhadap Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan pada dasarnya memiliki  hubungan yang sangant erat kaitannya, karena hampir seluruh kegiatan manusia yang di kerjakaannya setiap saatnya merupakan sebuah kebudayaan yang sangat unik. Berikut ini adalah 4 kedudukan manusia terhadap kebudayaan:

1) penganut kebudayaan, 
2) pembawa kebudayaan, 
3) manipulator kebudayaan, dan 
4) pencipta kebudayaan. 


tulisan manusia dan harapan

TULISAN IBD (MANUSIA & HARAPAN)

"MEMBUANG HARAPAN"



Beberapa tahun lalu ada sebuah film mandarin berjudul “The Savage Kids”. Bercerita tentang anak kecil yang nakal yang suka mengganggu anak-anak kecil lain di sebuah perguruan karate. Anak nakal tersebut singkat cerita kemudian bertemu dengan seseorang laki-laki dewasa yang mengajarkannya karate, tak hanya karate yang diajarkan kakak itu namun juga banyak sekali falsafah hidup yang ia tuturkan sederhana melalui contoh-contoh cerita. Salah satunya akan saya ingat dan masih saya ingat sampai sekarang.Ini adalah sebuah cerita yang dituturkan oleh sang kakak kepada “adiknya” saat mereka berada di tepi pantai :
…….
Inilah ceritanya:
Sepulang sekolah seorang anak berjalan pulang melewati sebuah gang sempit, di sebuah gang sempit itu dia melihat seorang pengemis kecil yang sedang menangis…..anak sekolahan itu menghampiri pengemis kecil itu, lalu ia bertanya,
“mengapa kamu menangis??”
“aku kehilangan uangku, 1 dollar!” jawab pengemis kecil dengan tersedu-sedu.
“ya sudahlah, ini aku berikan 1 dollar buat kamu, sudah yah kamu jangan nangis lagi!!” tutur anak sekolah itu.

Tapi seketika uang itu diambil oleh pengemis kecil, pengemis kecil itu lalu menangis semakin keras. Anak sekolahan itu semakin bingung dan lalu ia bertanya lagi,
“mengapa engkau menangis lagi?? Bukankah aku sudah memberikan uang 1 dollar untukmu??”
“tidak,tidak…seharusnya sekarang aku mempunyai uang dua dollar jika seandainya tadi aku tidak kehilangan 1 dollar milikku!!” jawab sang pengemis kecil.
———-
Cerita itu sungguh luar biasa…..bahwa sebuah harapan yang hilang akan mungkin dan bisa terganti dengan hal yang sama atau lebih indah. Tidak bersyukurkah kita jika harus mengingat-ingat dan meratapi harapan-harapan yang telah musnah?
“Kamu tidak bisa hidup seperti mereka, namun saat ini kamu sudah bisa mencapai apa yang mereka bisa”  Kata kakak itu.  Ia tahu bahwa anak (yang semula nakal) itu sangat ingin bisa belajar di perguruan karate itu, namun apa daya ia hanya anak nakal yang tak akan bisa diterima oleh teman-temannya di perguruan. Kini ia punya sang kakak yang selalu sabar mengajarkannya karate dan perlahan-lahan mengembalikan dia menjadi anak yang baik.

Jangan terlalu banyak harapan jika kita tahu bahwa harapan itu hanyalah kosong belaka. Sungguh sia-sia karena masih banyak harapan-harapan lain yang harus dipikirkan untuk segera diwujudkan.
Membuang satu harapan mungkin terasa lebih ringan, terasa lebih ringan untuk menjalani dan mencapaiharapan-harapan lain yang lebih nyata.

Seperti sebuah gelas yang terisi air penuh, maka ia akan tumpah saat ia diisi air kembali. Kosongkan pikiranmu, lupakan apa yang seharusnya dilupakan agar bisa diisi dengan sesuatu yang baru.  (Dalam film “Forbiden Kingdom” dituturkan oleh Jackie Chan).
Melupakan adalah tugas terberat karena kita harus mengingat kembali untuk bisa melupakan.  (Dituturkan oleh Anastasia Vera dalam “Fenomania” ANTV).

If you need a shoulder Or if you need a friend , I’ll be here standing Until the bitter end.  No one needs the sorrow, No one needs the pain (Rocket Queen – Guns N’ Roses).


tugas 4

KEGELISAHAN DAN HARAPAN ATAU CITA-CITA
1.      Kegelisahan
Kegelisahan yang pernah saya alami adalah pada saat pembagian hasil kelulusan pada saat saya masih SMA. Pada saat itu semua siswa/siswi memakai seragam busana muslim. Kami semua berangkat pada pagi hari. Yang membuat rasa gelisah datang adalah pada saat di kumpulkan ditegah-tengah lapangan dan menunggu pengumuman pembagian kelulusan dan diumumkan bahwa hasil kelulusan akan dibagikan pada pukul 10 pagi. Saya dan teman-teman saya menunggu dari pukul 7 pagi. Kami menunggu selama kurang lebih 3 jam untuk menunggu hasil kelulusannya itu yang membuat saya gelisah adalah pada saat menunggu. Dan untuk mengatasi kegelisahan itu adalah dari pihak sekolah mengadakan game atau kuis untuk semua siswa-siswinya untuk mengurangi rasa gelisah,dan jenuh.
Rasa gelisah yang pernah saya alami lagi adalah pada saat menunggu hasil diterima atau tidaknya di Universitas Gunadarma dan cara untuk mengatasinya adalah degan cara bermain game dirumah sambil menunggu panggilan dari Universitas Gunadarma untuk mengambil berkas hasil testingnya.
Rasa gelisah yang saya alami lagi adalah pada saat saya ditinggal oleh kedua orang tua saya pergi dan pada saat itu saya sangat gelisah karena di luar sedang hujan deras. Dan untuk mengatasinya adalah dengan cara menelpon orang tua saya.
2.      Harapan atau Cita-Cita
Cita-cita dan harapan saya adalah ingin menjadi seorang pemain sepak bola profesional. Kenapa saya ingin menjadi seorang pesepak bola profesional? Itu karena saya ingin mengembangkan persepakbolaan di indonesia menjadi lebih baik dan ingin berkarir di internasional.
Untuk mencapai cita-cita saya adalah dengan cara latihan rutin setiap minggu di sekolah bola, dan dengan tidak menyombongkan diri bila diri saya sudah sempurna, dengan bekerja keras menjadi yg lebih baik dari sebelumnya.


tugas 3

PENGALAMAN PRIBADI TENTANG MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Dari kecil saya diajarkan rasa bertanggung jawab oleh orang tua saya terhadap apa yang telah saya perbuat. Salah satu tanggung jawab yang diajarkan oleh orang tua saya adalah mengenai nilai di sekolah maupun diperkuliahan. Saya harus bertanggung jawab terhadap nilai tersebut. Apabila mendapatkan nilai yang bagus saya selelu ditanya darimana bisa mendapatkan nilai bagus apakah hasil mencontek ataukah hasil kerja keras sendiri. Dan apabila mendapatkan nilai yang jelek juga ditanya kenapa dapet nilai segini apakah tidak belajar atau tidak paham dengan pelajarannya. Disinilah saya bertanggung jawab terhadap nilai-nilai yang saya dapatkan untuk bisa lebih maju kedepannya. Selain masalah nilai saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap agama yang saya anut yaitu agama islam. Dimana saya harus menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Perintah-perintah Allah diantaranya adalah menjalankan solat 5 waktu dan menjalankan puasa dibulan sunat dan puasa wajib. Ini merupakan tanggung jawab yang  sangat berat dalam hidup saya karena godaanya sangatlah besar, dan inilah yang menentukan di alam alhirat nantinya. Tanggung jawab yang berikutnya adalah tanggung jawab terhadap segala perbuatan dan tingkah laku yang saya perbuat selama hidup. Saya harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan tingkah laku yang saya lakukan sehari-hari seperti tanggung jawab terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Tanggung jawab berikutnya adalah membahagiakan orang tua yang sedari saya masih kecil mengasuh dan membimbing serta memberi fasilitas buat saya dan mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab untuk hidup saya yang lebih baik kedepannya.

puisi

Perasaan yang bergelombang
Menepik semua kekecewaan
Susuatu yang begitu dekat
Terlihat semu oleh mata
                                                                Bangkitlah raga ini
                                                                Menopang tubuh menjadi perisai
                                                                Melawan dera yang begitu sakit
                                                                Melepaskan semua rantai yang ada
Suara serak dari perut ini
Kembali menggema ruangan kosong
Menandakan arti dan makna yang jelas
Bahwa harapan telah kembali

                                                                                                Karya : Sity Juniartika Ishak

Makna:
Masalah yang ada di depan mata, membuat pikiran menjadi tak menentu untuk menghadapinya, apalagi masalah yang mudah, setelah dikerjakan malah menjadi semakin sulit.
Oleh karena itu kita harus menghadapai semuanya dengan sabar, agar semua masalah selesai.
Dengan demikian, pikiran menjadi lega, dan harapan baru dan kebabasan akan muncul.